REMAJA PEDULI TB

Menjadi milenial sesungguhnya adalah hal menyenangkan. Itulah dedikasi yang telah dilakukan oleh lima remaja SMK Negeri 1 Gombong. Mereka adalah Muhammad Aprianto Khoirul Anwar (XI TKJC), Nur Jannaht (XI MMB), Muhammad Faizaluddin (X TPC), Kavina Reyna Riyadi (X TKJB), dan Elly Rahmawati (X MMA).

Dua pekan Jumat ini, yaitu pada tanggal 16 dan 23 Februari 2019, lima siswa SMK Negeri 1 Gombong yang tergabung dalam organisasi PMR mengikuti kegiatan Remaja Peduli TB (Tuberculosis) di STIKES Muhammadiyah Gombong. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat kader kesehatan SSR Aisyiyah untuk membentuk kader-kader hebat dalam mengatasi TB di daerah Gombong dan Kebumen. Bersama dengan Ibu Isma Yuniar, M.Kep, Ibu Rina Saraswati, M.Kep, dan kader kesehatan TB lainnya, seluruh peserta kegiatan Remaja Peduli TB (Tuberculosis) diajak untuk mengenal TB hingga cara penanganannya.

Seperti yang kita tahu bahwa TB (Tuberculosis) adalah salah satu penyakit infeksi menular. TB disebabkan oleh virus mycobacterium tuberculosis dan penyebab kematian nomor 1 di Indonesia. Kini Indonesia menduduki peringkat nomor 3 penyakit TB setelah Cina dan India. Tentunya hal ini bukanlah prestasi yang membanggakan. Oleh karena itu, penyakit TB harus ditindaklanjuti supaya terputus rantai penularannya.

TB (Tuberculosis) adalah penyakit infeksi yang menyerang paru-paru. Gejalanya yaitu sesak napas, batuk-batuk, nyeri dada/ rasa sakit pada bagian dada, dan batuk darah. Batuk yang dialami penderita adalah batuk berdahak selama 3 minggu atau lebih. Selain itu, penderita sering merasa demam dan meriang, terutama pada malam hari selama sebulan atau lebih. Penderita juga kerap berkeringat di malam hari tanpa ada kegiatan apapun. Napsu makan dan berat badan juga menurun. Gejala-gejala ini seringkali dirasakan oleh masyarakat kita tetapi banyak orang tidak mengetahui bahwa itulah gejala penyakit TB. Ketidaktahuan ini menyebabkan banyak penderita tidak melakukan pengobatan, sehingga mudah sekali menularkan pada orang lain. Penularan TB melalui udara, yaitu saat penderita bersin atau batuk-batuk.

Ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui seseorang menderita TB atau tidak. Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan dahak di laboratorium dan pemeriksaan penunjang (rontgen). Apabila seseorang divonis terjangkit TB, penderita harus segera berobat. Pengobatan dapat dilakukan di puskesmas atau klinik kesehatan. Penderita akan mendapatkan suntik streptomycin selama 1-2 tahun. Pada masa pengobatan, penderita akan minum obat selama 6 bulan. Fase awal, mengharuskan penderita minum obat tiap hari selama 2 bulan, lalu pada fase lanjutan penderita minum obat 3 kali seminggu selama 4 bulan. Pengobatan ini harus ditaati dan tidak boleh terputus. Jika penderita merasa lebih sehat dan tidak memenuhi pengobatan selama 6 bulan, penderita harus mengikuti pengobatan yang lebih rumit. Dengan begitu, penderita TB harus disiplin dan taat pengobatan.

Beberapa resep supaya penderita TB segera pulih yaitu dengan cara minum obat secara teratur selama 6 bulan, kontrol pengobatan secara teratur, makan makanan bergizi, dan mengondisikan lingkungan rumah sehat dengan cukup ventilasi dan sinar matahari. Sebagai generasi milenial yang peduli TB, marilah bersama-sama memutus rantai penularan virus mycobacterium tuberculosis dengan cara menjaga kondisi agar selalu sehat, menghindari kontak dengan penderita TB, dan menjaga lingkungan bersih.

Apabila ada rekan, saudara, atau keluarga yang mengalami gejala penyakit TB, laporkanlah pada kader kesehatan setempat atau bawa ke puskesmas/ klinik kesehatan untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan. Penyakit TB memang menular, tapi penderita TB tidak perlu kita takuti. Alangkah indah hidup kita kalau bisa saling menjaga dan menyayangi. Maka dari itu, marilah kita hentikan rantai penularan TB bersama-sama!

Apabila ada rekan, saudara, atau keluarga yang mengalami gejala penyakit TB, laporkanlah pada kader kesehatan setempat atau bawa ke puskesmas/ klinik kesehatan untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan. Penyakit TB memang menular, tapi penderita TB tidak perlu kita takuti. Alangkah indah hidup kita kalau bisa saling menjaga dan menyayangi. Maka dari itu, marilah kita hentikan rantai penularan TB bersama-sama!

Reporter : Riska Ade Oktaviana
Penulis : Riska Ade Oktaviana