{"id":985,"date":"2019-02-25T08:40:47","date_gmt":"2019-02-25T01:40:47","guid":{"rendered":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/?p=985"},"modified":"2019-02-25T08:42:26","modified_gmt":"2019-02-25T01:42:26","slug":"remaja-peduli-tb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/2019\/02\/25\/remaja-peduli-tb\/","title":{"rendered":"REMAJA PEDULI TB"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"\" alt=\"\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Menjadi\nmilenial sesungguhnya adalah hal menyenangkan.<\/em> Itulah dedikasi yang telah dilakukan oleh lima remaja\nSMK Negeri 1 Gombong. Mereka adalah Muhammad Aprianto Khoirul Anwar (XI TKJC),\nNur Jannaht (XI MMB), Muhammad Faizaluddin (X TPC), Kavina Reyna Riyadi (X\nTKJB), dan Elly Rahmawati (X MMA).<\/p>\n\n\n\n<p>Dua pekan Jumat ini, yaitu pada tanggal 16 dan 23\nFebruari 2019, lima siswa SMK Negeri 1 Gombong yang tergabung dalam organisasi\nPMR mengikuti kegiatan Remaja Peduli TB (<em>Tuberculosis<\/em>)\ndi STIKES Muhammadiyah Gombong. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian\nmasyarakat kader kesehatan SSR Aisyiyah untuk membentuk kader-kader hebat dalam\nmengatasi TB di daerah Gombong dan Kebumen. Bersama dengan Ibu Isma Yuniar,\nM.Kep, Ibu Rina Saraswati, M.Kep, dan kader kesehatan TB lainnya, seluruh\npeserta kegiatan Remaja Peduli TB (<em>Tuberculosis<\/em>)\ndiajak untuk mengenal TB hingga cara penanganannya. <\/p>\n\n\n\n<p>Seperti yang kita tahu bahwa TB (<em>Tuberculosis<\/em>) adalah salah satu penyakit infeksi menular. TB\ndisebabkan oleh virus <em>mycobacterium\ntuberculosis<\/em> dan penyebab kematian nomor 1 di Indonesia. Kini Indonesia\nmenduduki peringkat nomor 3 penyakit TB setelah Cina dan India. Tentunya hal\nini bukanlah prestasi yang membanggakan. Oleh karena itu, penyakit TB harus\nditindaklanjuti supaya terputus rantai penularannya.<\/p>\n\n\n\n<p>TB (<em>Tuberculosis<\/em>)\nadalah penyakit infeksi yang menyerang paru-paru. Gejalanya yaitu sesak napas,\nbatuk-batuk, nyeri dada\/ rasa sakit pada bagian dada, dan batuk darah. Batuk\nyang dialami penderita adalah batuk berdahak selama 3 minggu atau lebih. Selain\nitu, penderita sering merasa demam dan meriang, terutama pada malam hari selama\nsebulan atau lebih. Penderita juga kerap berkeringat di malam hari tanpa ada\nkegiatan apapun. Napsu makan dan berat badan juga menurun. Gejala-gejala ini\nseringkali dirasakan oleh masyarakat kita tetapi banyak orang tidak mengetahui\nbahwa itulah gejala penyakit TB. Ketidaktahuan ini menyebabkan banyak penderita\ntidak melakukan pengobatan, sehingga mudah sekali menularkan pada orang lain.\nPenularan TB melalui udara, yaitu saat penderita bersin atau batuk-batuk.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk\nmengetahui seseorang menderita TB atau tidak. Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut\nmeliputi pemeriksaan dahak di laboratorium dan pemeriksaan penunjang (<em>rontgen<\/em>). Apabila seseorang divonis\nterjangkit TB, penderita harus segera berobat. Pengobatan dapat dilakukan di\npuskesmas atau klinik kesehatan. Penderita akan mendapatkan suntik <em>streptomycin<\/em> selama 1-2 tahun. Pada masa\npengobatan, penderita akan minum obat selama 6 bulan. Fase awal, mengharuskan\npenderita minum obat tiap hari selama 2 bulan, lalu pada fase lanjutan\npenderita minum obat 3 kali seminggu selama 4 bulan. Pengobatan ini harus\nditaati dan tidak boleh terputus. Jika penderita merasa lebih sehat dan tidak\nmemenuhi pengobatan selama 6 bulan, penderita harus mengikuti pengobatan yang\nlebih rumit. Dengan begitu, penderita TB harus disiplin dan taat pengobatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa resep supaya penderita TB segera pulih yaitu\ndengan cara minum obat secara teratur selama 6 bulan, kontrol pengobatan secara\nteratur, makan makanan bergizi, dan mengondisikan lingkungan rumah sehat dengan\ncukup ventilasi dan sinar matahari. Sebagai generasi milenial yang peduli TB,\nmarilah bersama-sama memutus rantai penularan virus <em>mycobacterium tuberculosis <\/em>dengan cara menjaga kondisi agar selalu\nsehat, menghindari kontak dengan penderita TB, dan menjaga lingkungan bersih.<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila ada rekan, saudara, atau keluarga yang\nmengalami gejala penyakit TB, laporkanlah pada kader kesehatan setempat atau\nbawa ke puskesmas\/ klinik kesehatan untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan.\nPenyakit TB memang menular, tapi penderita TB tidak perlu kita takuti. Alangkah\nindah hidup kita kalau bisa saling menjaga dan menyayangi. Maka dari itu,\nmarilah kita hentikan rantai penularan TB bersama-sama!<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila ada rekan, saudara, atau keluarga yang mengalami gejala penyakit TB, laporkanlah pada kader kesehatan setempat atau bawa ke puskesmas\/ klinik kesehatan untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan. Penyakit TB memang menular, tapi penderita TB tidak perlu kita takuti. Alangkah indah hidup kita kalau bisa saling menjaga dan menyayangi. Maka dari itu, marilah kita hentikan rantai penularan TB bersama-sama!<\/p>\n\n\n\n<p>Reporter : Riska Ade Oktaviana<br>Penulis : Riska Ade Oktaviana<br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjadi milenial sesungguhnya adalah hal menyenangkan. Itulah dedikasi yang telah dilakukan oleh lima remaja SMK Negeri 1 Gombong. Mereka adalah Muhammad Aprianto Khoirul Anwar (XI TKJC), Nur Jannaht (XI MMB), Muhammad Faizaluddin (X TPC), Kavina Reyna Riyadi (X TKJB), dan Elly Rahmawati (X MMA). Dua pekan Jumat ini, yaitu pada tanggal 16 dan 23 Februari 2019, lima siswa SMK Negeri 1 Gombong yang tergabung dalam organisasi PMR mengikuti kegiatan Remaja Peduli TB (Tuberculosis) di STIKES Muhammadiyah Gombong. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat kader kesehatan SSR Aisyiyah untuk membentuk kader-kader hebat dalam mengatasi TB di daerah Gombong dan Kebumen. Bersama dengan Ibu Isma Yuniar, M.Kep, Ibu Rina Saraswati, M.Kep, dan kader kesehatan TB lainnya, seluruh peserta kegiatan Remaja Peduli TB (Tuberculosis) diajak untuk mengenal TB hingga cara penanganannya. Seperti yang kita tahu bahwa TB (Tuberculosis) adalah salah satu penyakit infeksi menular. TB disebabkan oleh virus mycobacterium tuberculosis dan penyebab kematian nomor 1 di Indonesia. Kini Indonesia menduduki peringkat nomor 3 penyakit TB setelah Cina dan India. Tentunya hal ini bukanlah prestasi yang membanggakan. Oleh karena itu, penyakit TB harus ditindaklanjuti supaya terputus rantai penularannya. TB (Tuberculosis) adalah penyakit infeksi yang menyerang paru-paru. Gejalanya yaitu sesak napas, batuk-batuk, nyeri dada\/ rasa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":986,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/riska4.jpg.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/985"}],"collection":[{"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=985"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/985\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":988,"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/985\/revisions\/988"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/media\/986"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}