{"id":2643,"date":"2023-09-29T23:08:24","date_gmt":"2023-09-29T16:08:24","guid":{"rendered":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/?p=2643"},"modified":"2023-10-06T09:13:44","modified_gmt":"2023-10-06T02:13:44","slug":"proyek-siswa-dan-pembiasaan-budaya-positif-bangunlah-jiwa-raganya-di-smkn-1-gombong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/2023\/09\/29\/proyek-siswa-dan-pembiasaan-budaya-positif-bangunlah-jiwa-raganya-di-smkn-1-gombong\/","title":{"rendered":"Proyek Siswa dan Pembiasaan Budaya Positif Bangunlah Jiwa Raganya di SMKN 1 Gombong"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Gombong, Kebumen<\/strong> \u2013 SMKN 1 Gombong memilih\ntema Bangunlah Jiwa Raganya pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)\nyang dilaksanakan dengan sistem blok pada 11 September s.d 22 September 2023.\nTopik khususnya adalah hal-hal yang terkait dengan Kesehatan Mental (Mental\nHealth), Pola Hidup Bersih dan Sehat, Anti Bullying, dan Pembiasaan Budaya\nPositif di sekolah, serta ada beberapa proyek yang dikerjakan siswa. Senam\nKreasi dan pembuatan iklan layanan masyarakat adalah proyek yang dikerjakan\noleh siswa secara berkelompok.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHarapan\nkegiatan ini adalah menginternalisasikan Profil Pelajar Pancasila pada diri\npeserta didik kelas X dan XI melalui pembiasaan-pembiasaan baik selama kegiatan\nP5 tema Bangunlah Jiwa dan Raganya,\u201d ujar Noor Ika Lailya, M.Pd., wakil kepala\nsekolah bidang kurikulum, pada Selasa (19\/09\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap\npagi siswa melakukan apel untuk mendapat arahan dari pembina apel. Petugas apel\nsetiap hari berbeda sesuai dengan jadwal apel yang sudah disusun oleh Tim P5\nSMKN 1 Gombong. Melalui penjadwalan semacam ini diharapkan para siswa\nberkesempatan yang sama untuk mengaktualisasikan dirinya serta belajar untuk\nbertanggung jawab atas tugas yang diberikan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tanamkan Karakter Siswa yang\nReligius: Membaca Asmaul Husna, Shalat Dhuha, dan Hafalan Surah Ad-Dhuha serta\nMembaca Kitab Suci<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Selain\nkegiatan sarapan sehat yang membangun kesehatan fisik, kegiatan religius juga\ntidak kalah penting. \u201cBegitu pula dengan kegiatan religius seperti sholat dhuha\ndan hafalan untuk muslim serta kegiatan rutin keagamaan sesuai agama dan\nkepercayaan peserta didik masing-masing yang bisa membangun jiwanya,\u201d tutur\nNoor Ika Lailya, M.Pd.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah\napel, siswa, koordinator, dan fasilitator membaca nadhom asmaul husna secara\nbersama-sama yang dipimpin oleh salah satu pengurus Rohis.<\/p>\n\n\n\n<p>Nadhom\nasmaul husna merupakan rangkaian lirik atau syair yang mengungkapkan ke-99 nama\nbaik Allah SWT dengan irama atau melodi. Melantunkan asmaul husna dapat menjadi\ncara yang efisien dan cepat untuk menghafal 99 nama Allah yang mulia.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut\nUstadz Amien Nurhakim yang dilansir dari nuonline (islam.nu.or.id), \u201cAsmaul\nHusna sendiri sebenarnya memiliki keutamaan-keutamaan tersendiri, banyak rahasia\ndan manfaat yang terkandung di dalamnya. Apalagi jika sudah terbiasa\nmengimplementasikan Asmaul Husna dalam sikap kesehariannya, seperti sifat\nRahman yang artinya Maha Penyayang, maka bentuk pengimplementasiannya adalah\ndengan menyayangi seluruh makhluk-makhluk Allah \ufdfb.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian,\nsiswa secara bergantian melakukan Sholat Dhuha di Masjid Al Amin SMKN 1\nGombong. Bagi siswa putri yang sedang berhalangan menghafalkan Surah Ad-Dhuha\nterlebih dahulu. Seluruh siswa diberi tugas menghafalkan Surah Ad-Dhuha yang\nkemudian disetorkan kepada fasilitator.<\/p>\n\n\n\n<p>Siswa\nyang menganut agama selain Islam mempelajari Kitab Suci sesuai dengan keyakinan\nagamanya di Perpustakaan Dian Pustaka SMKN 1 Gombong didampingi oleh\nSujito,S.Pd.,salah satu koordinator P5 yang juga memfasilitasi kegiatan religi\nbagi siswa non muslim. Selanjutnya, para siswa tersebut mengekspresikan hasil\npembelajaran religi mereka melalui ringkasan, peta konsep dan rencana tindak\nlanjut untuk implementasi ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan\nkegiatan keagamaan yang dilakukan, \u201cyang diharapkan agar mereka (para\nsiswa-red) memiliki karakter religius atau karakter beragama yang baik, dekat\ndengan Tuhannya untuk menghadapi setiap persoalan hidup,\u201d tutur Akhmad\nKhoeroni, M.Pd, koordinator kerohanian Islam di SMKN 1 Gombong yang juga salah\nsatu fasilitator P5, pada Selasa (19\/09\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sarapan Pagi Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Menurut\nNoor Ika Lailya, M.Pd, \u201cSarapan sehat bersama merupakan pembiasaan baik agar\npeserta didik dapat mengasah 5 KSE (Kompetensi Sosial Emosional) yaitu\nkesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi dan\npengambilan keputusan yang bertanggung jawab dalam memilih makanan bernutrisi\nyang dikonsumsi sehari-hari demi kesehatan dirinya. Hal ini merupakan aksi\nsekolah untuk memerangi kebiasaan buruk generasi Z yang cenderung mengkonsumsi\nmakanan cepat saji yang akan membahayakan dirinya dan masa depannya\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dikutip\ndari alodokter.com, sarapan bukan hanya memberikan energi pada anak, tetapi\njuga membawa berbagai keuntungan bagi kesehatan mereka dan dapat meningkatkan\nprestasi di sekolah. Dalam penelitian, terungkap bahwa anak-anak yang secara\nrutin sarapan memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami masalah berat badan\natau obesitas dibandingkan dengan anak-anak yang tidak melakukannya. Selain\nitu, sarapan pagi bersama juga menumbuhkan kebersamaan antar siswa dan guru.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Semut (Semangat Memungut) Sampah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah\nsarapan pagi, siswa memungut sampah yang dihasilkan dari kegiatan sarapan\nbersama. Ini menanamkan tanggung jawab untuk menangani sampah yang dihasilkan\nsiswa sendiri dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Siswa memungut sampah\nsecara kolosal di pagi hari setelah sarapan dan di sore hari setelah kegiatan\nselesai.<\/p>\n\n\n\n<p>Harapannya\nsiswa dapat terbiasa untuk peduli lingkungannya, baik di rumah, di sekolah,\natau di manapun mereka berada.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Outbound<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mei\nRosita Sari, S.Pd, Fasilitator P5 dan Guru BK SMKN 1 Gombong, mengatakan,\n&#8220;Tujuan outbound untuk melatih kerjasama tim, mengasah kreativitas,\nmelatih kepemimpinan, membentuk pribadi yg percaya diri, dan menyenangkan serta\nmenghilangkan kejenuhan.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Ada\n5 jenis permainan dalam sesi outbound yang dilaksanakan di Lapangan SMKN 1\nGombong pada Senin &#8211; Selasa, 18 &#8211; 19 September 2023. Hari pertama ada Menara\nair,&nbsp; Estafet air, Blind ball. Sedangkan\ndi hari kedua ada Menara air dan Estafet bola.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada\nalasan dalam penentuan jenis permainan. &#8220;Pertimbangan utamanya adalah\nefisien waktu karena waktunya terbatas, selain itu permainan yg dipilih bisa\nmelatih kekompakan dan kerjasama tim,&#8221; ujar Mei Rosita Sari, S.Pd.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Senam Kreasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Senam\nmerupakan salah satu di antara berbagai cabang olahraga yang menggunakan\nberbagai gerakan tubuh. Dalam kegiatan senam, dibutuhkan kecepatan, kekuatan,\nserta keserasian dalam gerakan fisik. Senam bisa membantu seseorang untuk\nmenjaga kebugaran, menambah kekuatan, kelenturan, dan meningkatkan daya tahan\ntubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam\nSenam Kreasi P5 ini diharapkan siswa dapat membuat senam yang kreatif, energik,\nsehingga dapat menyehatkan tubuh. Masing-masing kelompok membuat minimal 10\nmenit gerakan senam. Lagunya bebas, ada satu lagu wajib yaitu lagu Pelajar\nPancasila.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPenampilan\nsenam merupakan salah satu aktivitas dalam kegiatan P5. Kekompakan kelompok\ndibutuhkan di sini. Kita juga harus dapat berkreasi sekreatif mungkin untuk\nmenentukan gerakan senam yang akan ditampilkan nanti.\u201d kata Nur Alifah\nAlfiyyahni dari Kelas X TKJ B.<\/p>\n\n\n\n<p>Siswa\nmempersiapkan senam dari jauh-jauh hari, \u201cDua minggu lebih, Pak. Untuk\npersiapan, membuat gerakan dan memilih lagu,\u201d kata salah satu siswa yang tidak\nmau disebutkan namanya pada Selasa (12\/09\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAda\ntujuh aspek yang dinilai dalam Senam Kreasi, pertama variasi gerakan, power\ngerakan, kekompakan tim, kesesuaian gerakan dengan musik, aspek penampilan, dan\nketepatan durasi,\u201d terang Nafis Akhsan, S.Pd., selaku fasilitator kelas XI DKV\nC di Ruang Instruktur TKJ pada Selasa (19\/09\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p>Fasilitator\nmenilai penampilan Senam Kreasi siswa secara langsung pada Senin (18\/09\/2023)\nuntuk kelas X dan pada Selasa (19\/09\/2023) untuk kelas XI. Sedangkan Tim\nKoordinator P5 menilai dari video yang diunggah siswa di kanal youtube\nmasing-masing kelompok. Juminah, S.Pd., salah satu koordinator P5,menjelaskan\ngabungan nilai tersebut nantinya akan dijadikan dasar penentuan kelompok\nterbaik di kelasnya. Sebanyak 30 kelompok terbaik dari masing-masing kelas akan\nmemasuki babak final.<\/p>\n\n\n\n<p>Babak\nFinal akan berlangsung pada Rabu (20\/09\/2023) untuk kelas X dan Kamis (21\/09\/2023)\nuntuk kelas XI. Dalam Babak Final ini, 30 kelompok akan tampil di hadapan\nseluruh siswa dan Dewan Juri.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada\n7 kelompok senam yang masuk dalam nominasi favorit yang dipilih oleh Bapak dan\nIbu Koordinator P5. Seluruh siswa kelas X dan kelas XI akan memiliki kesempatan\nuntuk memilih senam favorit versi mereka melalui formulir yang telah disiapkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada\nhari Jum\u2019at (22\/09\/2023), seluruh warga sekolah akan mengikuti sesi senam yang\nakan dipandu oleh 3 kelompok senam yang dipilih oleh Dewan Juri pada Babak\nFinal.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pembuatan Iklan Layanan Masyarakat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan\nliterasi sangat penting dalam membantu perkembangan anak-anak, &#8220;Menurutku\ndengan adanya kegiatan literasi P5, anak-anak menjadi lebih tertantang untuk\nmembuat sebuah karya positif dalam bentuk ILM (Iklan Layanan Masyarakat),&#8221;\nujar Hafid Masruri, S.Pd., Fasilitator P5, pada Senin (25\/09\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p>Ia\njuga menekankan perlunya pendekatan yang berbeda dalam implementasi literasi,\nterutama literasi digital, mengingat era generasi Z. Dalam konteks ini, Hafid\nMasruri menyatakan, &#8220;Butuh pendekatan yang berbau digital supaya anak-anak\ntertarik dan tertantang untuk mencari tahu.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih\nlanjut, Hafid Masruri menekankan hasil positif dari kegiatan ILM, bahwa\nanak-anak dapat menerapkan ilmu yang mereka pelajari melalui pesan yang\ndisampaikan dengan baik. Namun, ia juga mencatat pentingnya ketentuan pembuatan\nILM yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Hafid\nMasruri berharap bahwa kegiatan literasi seperti ILM dapat menjadi bagian rutin\ndari pembelajaran anak-anak, dan ia juga menyarankan untuk mengembangkan\nkegiatan literasi yang lebih inovatif untuk meningkatkan minat siswa. Ia\npercaya bahwa dengan pendekatan yang menyenangkan, kegiatan literasi dapat\nditerima dengan lebih baik oleh siswa.<\/p>\n\n\n\n<p>Tema\niklan layanan masyarakat yang dibuat adalah <em>Bullying<\/em>\ndan Pola Hidup Bersih dan Sehat.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada\nseratus lebih video yang dihasilkan oleh siswa kelas X dan kelas XI. Dari\nseratus lebih video tersebut dipilih 20 video untuk ditayangkan di GOR Susilo\nSudarman pada Jum&#8217;at (22\/09\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tantangan yang dihadapi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam\npelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Noor Ika Lailya, M.Pd,\ntelah mengidentifikasi beberapa tantangan yang perlu diatasi. Ia menjelaskan,\n&#8220;Tantangan pertama adalah transformasi pola pikir dan kebiasaan peserta\ndidik. Beberapa karakter bawaan peserta didik seperti orientasi pada hasil\ninstan dan kurangnya manajemen waktu menjadi hambatan. Melalui rangkaian\nkegiatan P5, kami berupaya membentuk budaya positif di kalangan peserta didik,\nmendorong mereka untuk mengatur diri mereka sendiri dalam hal-hal yang lebih\nberarti.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih\nlanjut, Noor Ika Lailya mencatat, &#8220;Peningkatan kompetensi sosial\nemosional, termasuk kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial,\nketerampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab,\nawalnya terasa sulit dicapai. Namun, seiring berjalannya kegiatan P5, tantangan\nini semakin berkurang dan mengurangi beban sekolah dalam menanganinya.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian,\nia menggarisbawahi tantangan kedua terkait dengan penyelarasan visi dan misi\nwarga sekolah. Noor Ika Lailya mengungkapkan, &#8220;Untuk mewujudkan budaya positif\ndi sekolah, partisipasi aktif dari semua warga sekolah sangat penting. Namun,\nperbedaan pemahaman dan implementasi visi dan misi sekolah oleh sebagian warga\nsekolah adalah masalah krusial yang perlu segera ditangani.&#8221; <\/p>\n\n\n\n<p>Dia\nmenambahkan, &#8220;Kegiatan P5 diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih\nbaik dalam kualitas pembelajaran dengan menciptakan pemahaman yang seragam dan\nkomitmen bersama dalam mewujudkan visi dan misi sekolah. Meskipun Proyek\nPenguatan Profil Pelajar Pancasila pernah menghadapi kendala dari sebagian\nkecil warga sekolah yang perlu lebih aktif dalam berpartisipasi, hal ini lebih\nkarena perbedaan persepsi terkait konsep P5 yang sebenarnya merupakan bagian\nintegral dari kurikulum sekolah.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Tema\nBangunlah Jiwa dan Raganya merupakan salah satu tema pilihan Proyek Penguatan\nProfil Pelajar Pancasila dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Proyek Penguatan\nProfil Pelajar Pancasila yaitu kegiatan pembelajaran lintas disiplin ilmu yang\nmengamati dan mencari solusi mengenai masalah-masalah yang ada di sekitar.\nDengan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar\npancasila.<\/p>\n\n\n\n<p>Proyek\npenguatan profil pelajar Pancasila memberikan ruang bagi semua anggota\nkomunitas satuan pendidikan untuk dapat mempraktikkan dan mengamalkan\nprofil pelajar Pancasila.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis:\nNurul Arifin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gombong, Kebumen \u2013 SMKN 1 Gombong memilih tema Bangunlah Jiwa Raganya pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dilaksanakan dengan sistem blok pada 11 September s.d 22 September 2023. Topik khususnya adalah hal-hal yang terkait dengan Kesehatan Mental (Mental Health), Pola Hidup Bersih dan Sehat, Anti Bullying, dan Pembiasaan Budaya Positif di sekolah, serta ada beberapa proyek yang dikerjakan siswa. Senam Kreasi dan pembuatan iklan layanan masyarakat adalah proyek yang dikerjakan oleh siswa secara berkelompok. \u201cHarapan kegiatan ini adalah menginternalisasikan Profil Pelajar Pancasila pada diri peserta didik kelas X dan XI melalui pembiasaan-pembiasaan baik selama kegiatan P5 tema Bangunlah Jiwa dan Raganya,\u201d ujar Noor Ika Lailya, M.Pd., wakil kepala sekolah bidang kurikulum, pada Selasa (19\/09\/2023). Setiap pagi siswa melakukan apel untuk mendapat arahan dari pembina apel. Petugas apel setiap hari berbeda sesuai dengan jadwal apel yang sudah disusun oleh Tim P5 SMKN 1 Gombong. Melalui penjadwalan semacam ini diharapkan para siswa berkesempatan yang sama untuk mengaktualisasikan dirinya serta belajar untuk bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Tanamkan Karakter Siswa yang Religius: Membaca Asmaul Husna, Shalat Dhuha, dan Hafalan Surah Ad-Dhuha serta Membaca Kitab Suci Selain kegiatan sarapan sehat yang membangun kesehatan fisik, kegiatan religius juga tidak kalah penting. \u201cBegitu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":2644,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"acf":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/sarapan.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2643"}],"collection":[{"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2643"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2643\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2647,"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2643\/revisions\/2647"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2644"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2643"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2643"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1gombong.sch.id\/stemsago\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2643"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}